Indonesia merupakan negara yang memiliki tingkat konsumsi ikan tertinggi nomor 3 se-Asia.
Potensi perikanan saat ini memiliki sumber daya yang besar, mulai dari tangkapan ikan, ekspor ikan dan lain-lain. Namun perubahan ketersediaan stok mengikuti perkembangan zaman sewaktu-waktu bisa berubah. Oleh karena itu, para pemilik gudang cold storage ikan mulai berbondong-bondong untuk mengambil serapan ikan dari berbagai komoditas. Kegiatan ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan stok untuk periode selanjutnya atau masa yang akan mendatang.

Saat ini para pemilik gudang cold storage perikanan mulai kewalahan dalam mengelola stok ikan di gudang cold storage nya. Sebagian masih melakukan sistem pengelolaan gudangnya secara manual. Apakah penting menerapkan warehouse management system(WMS) dalam gudang cold storage perikanan?

Warehouse management system (WMS) penting bagi perusahaan besar salah satunya pemilik gudang cold storage ikan. Dengan menggunakan WMS ini segala aktivitas di gudang cold storage  penyimpanan akan berjalan dengan lancar. Aplikasi ini memiliki ruang lingkup yang lebih kecil dibandingkan dengan supply chain management system. Namun WMS ini memegang peranan yang penting dalam kegiatan supply chain di suatu perusahaan tentunya di sektor perikanan. Jika WMS tersebut  mengalami banyak masalah maka di supply chain juga akan mengalami masalah.

Masalah itu muncul karena gudang cold storage ikan tidak terlepas dari pemahaman WMS secara manual, namun dalam berkembangnya zaman dan dukungan dari para pelaku perikanan dalam pengelolaan gudang cold storage sewaktu-waktu dapat diterapkan sistem teknologi dengan aplikasi Warehouse Management System(WMS) . Khususnya pada bisnis perikanan, dimana kegiatan jual-beli dilakukan langsung kepada konsumen akhir. Bisa dikatakan bahwa gudang cold storage merupakan unsur penting dalam berlangsungnya bisnis perikanan. Oleh karena itu, manajemen gudang cold storage harus benar-benar diperhatikan untuk meminimalisir masalah-masalah yang sering terjadi di gudang cold storage ikan Anda.

Masalah yang sering Anda Hadapi dalam pengelolaan gudang cold storage ikan secara manual, antara lain:

  1. Selisih pencatatan stok ikan. 

Salah satu aset dari gudang cold storage yang harus dikelola dengan teliti adalah ketersediaan stok. Karena perusahaan yang mengelola stok ikan di gudang cold storage itu sama saja perusahaan mengelola biaya operasional yang dimiliki oleh sebuah perusahaan. Mengelola stok ikan ini bukanlah hal yang mudah, karena sistem gudang cold storage ikan tidak hanya memiliki catatan tertulis saja tetapi stok di gudang cold storage harus sesuai diantara selisih data yang tertera dengan ikan yang ada. Biasanya hal ini disebabkan oleh berbagai macam sebab seperti kurangnya pengecekan stok secara fisik, Pengecekan stok manual yang dimaksud adalah data tidak tersaji dalam satu aplikasi, sehingga membutuhkan waktu mengecek kondisi stok secara real-time.

  1. Laporan transaksi tidak sesuai standar.

Penggunaan catatan manual membuat laporan transaksi berantakan dan tidak sesuai standar pencatatan keuangan. Penyajian yang tidak sesuai standar menyebabkan Anda kesulitan membaca laporan usaha yang baik untuk mengambil keputusan bisnis berikutnya. Untuk itu, perusahaan perlu menerapkan pengelolaan secara digital agar lebih efisien dan maksimal. Salah satu cara dalam mengurangi resiko kesalahan input manual adalah memperhatikan perihal Booking, dan rilis stok yang diarahkan sesuai dengan FIFO(First In First Out), dan memungkinkan transfer stok dari satu lokasi ke lokasi lainnya atau antar gudang ikan.

  1. Kesulitan multi cabang

Kesulitan multi cabang yang dimaksud ialah pemilik gudang cold storage ikan memiliki cabang gudang cold storage di berbagai daerah. Namun mengelola datanya masih manual sehingga pengelolaan tidak terstandar di tiap cabang gudang cold storage, dan manajemen pusat sulit mengelola cabang.

  1. Sering terjadi kehilangan stok ikan 

Terjadinya kehilangan stok ikan ini bisa disebabkan karena pengelolaan yang tidak transparan antar karyawan sehingga data ketersediaan stok ikan menjadi salah satu faktor kerugian bagi pemilik gudang cold storage ikan.

  1. Kesulitan pelacakan penempatan stok di rak cold storage

Penempatan ikan pada gudang cold storage ikan juga menjadi masalah serius jika tidak diperhatikan dengan baik. Pasalnya, ini akan berdampak pada efisiensi dan tata letak gudang cold storage. Sebaiknya Anda memiliki gudang cold storage yang luas, bersih, dan aman, dengan begitu ikan dapat diposisikan di tempat yang strategis. Dan untuk memudahkan menemukan ikan yang ada di gudang cold storage, sebaiknya berikan label pada tempat penyimpanan ikan. Gudang cold storage sebaiknya menyediakan rak tinggi, sehingga penggunaan ruang di gudang cold storage dapat lebih efisien.

Kelima masalah di atas dapat Anda atasi dengan mudah untuk mengelola ketersediaan stok di gudang cold storage ikan Anda. Pastikan juga Anda telah menggunakan sistem pencatatan yang sesuai dengan skala dan kebutuhan gudang cold storage ikan Anda. Sistem yang bagus akan menjadi aset gudang cold storage Anda karena dapat mengamankan stok dan memberikan keuntungan.

FishLog WMS merupakan software sistem manajemen gudang ikan yang cocok untuk membantu Anda dalam mengelola stok ikan pada gudang Anda. Untuk info lebih lanjut mengenai fitur FishLog Warehouse Management System yang memudahkan Anda dalam mengelola ketersediaan stok ikan, dapat Anda lihat di sini. Dan daftarkan diri Anda sekarang juga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×

Halo,

Klik salah satu kontak di bawah untuk menghubungi kami di whatsapp atau kirim email ke info@fishlog.co.id

×