Muntahan ikan paus menyelamatkan perekonomian seorang nelayan. Muntahan ikan paus ini disebut dengan Ambergis.  Pekan lalu seorang nelayan di Thailand menemukan beberapa gumpalan pucat seperti batu terdampar di pantai ketika dia sedang berjalan di tepi laut di Nakhon Si Thammarat, Thailand selatan.

Ikan paus

Bebatuan besar itu tampak menyerupai ambergris, sekresi langka dari paus yang digunakan sebagai bahan mahal dalam produksi parfum seperti Chanel No5, untuk membuat aromanya bertahan lebih lama.

Salah satu ciri muntahan ikan paus adalah akan meleleh jika di bakar dan mengeluarkan bau musky.  Terbuktinya muntahan ikan paus ini mendatangkan uang milyaran itu dari salah satu pengusaha yang akan membeli ambergris tersebut senilai 23.740 poundsterling (Rp448 juta) per kilogramnya. Terbukti ambergris ini memiliki kualitas yang tinggi.

Secara total, itu akan membuat nyaris kaya raya, yakni sekitar 2,4 juta poundsterling (Rp45 miliar). Sebagai informasi, ambergris, disebut sebagai Whale Vomit atau abu-abu amber, adalah zat padat, lilin, mudah terbakar, dan sangat berharga yang diproduksi dalam sistem pencernaan paus sperma.

Muntahan ikan paus (Ambergis)

Ambergris kerap dianggap sebagai harta karun laut dan emas mengambang karena zat ini mengandung alkohol tak berbau yang diekstraksi untuk membuat aroma parfum bertahan lebih lama. Ambergris berasal dari paus sperma, yang memakan cephalopoda dalam jumlah besar. Yakni hewan laut seperti cumi-cumi, gurita, dan sotong.

Ambergris yang baru diproduksi disebut-sebut memiliki bau laut seperti tinja. Bau ini kerap disamakan dengan bau kotoran ternak yang bercampur dengan bau laut.

Seiring bertambahnya usia, zat ini akan bercampur dengan bau tanah yang manis. Hal inilah yang disamakan dengan aroma alkohol yang mengalir tanpa adanya sentuhan zat kimia.Inilah alasan mengapa ambergris kerap dicari para pembuat parfum, dan berperan dalam kemakmuran industri perburuan paus dari abad ke-18 hingga pertengahan abad ke-19. Di zaman itu, tercatat sekitar 50.000 paus sperma terbunuh.

Banyak negara juga melarang perdagangan ambergris sebagai cara untuk mencegah perburuan ilegal dan eksploitasi paus. Termasuk Australia dan Amerika Serikat, meskipun perdagangannya legal di Inggris, Prancis, dan Swiss.

Sumber : Muntahan ikan paus (Redaksi WE online)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×

Halo,

Klik salah satu kontak di bawah untuk menghubungi kami di whatsapp atau kirim email ke info@fishlog.co.id

×