Untuk membangun konektivitas rantai dingin perikanan sebelumnya kita harus tahu bahwasannya Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar yang memiliki potensi sumber daya alam sangat besar dan dibarengi dengan berbagai tantangan yang selalu menghadang.

Dalam sektor perikanan, potensi yang ada di Indonesia tak kalah menggiurkan dengan negara lain penghasil komoditas perikanan, bahkan kapal-kapal negara tetangga sering ditemukan mencuri ikan di area penangkapan Indonesia. Sumber daya yang sangat besar ini belum termanfaatkan dengan maksimal dikarenakan terbatasnya alat tangkap nelayan Indonesia dan infrastruktur penunjang produksi perikanan. Hal ini menyebabkan tidak optimalnya rantai pasokan perikanan hulu hingga hilir, baik untuk konsumsi lokal maupun untuk permintaan ekspor.

Nelayan membongkar ikan tuna sirip kuning di Pelabuhan Lampulo, Banda Aceh
Sumber Foto : ANTARA FOTO

Kita tahu bahwa ikan adalah salah satu bahan pangan yang sangat cepat rusak (high perishable food). Penanganan komoditas ikan tidak bisa sembarangan dan disamakan dengan komoditas lain. Penanganan yang tidak sesuai standar akan menyebabkan ikan segera menurun kualitasnya, akibatnya harga ikan turun bahkan tidak memiliki nilai jual. Salah satu penanganan komoditas perikanan yang paling umum adalah pembekuan. Ikan dibekukan dengan mesin pembekuan dan diharapkan mencapai titik beku ikan -18 Celcius. Dengan demikian bakteri pada produk perikanan dapat inaktif bahkan mati.

Proses Pembekuan Ikan Layang di Mitra Cold Storage FishLog di Pontianak. Sumber Foto : FishLog Docs

Infrastruktur rantai dingin perikanan (fisheries cold chain) yang saat ini ada di Indonesia masih sangatlah minim dan belum terintegrasi sesuai harapan. Oleh karenanya, Pemerintah melalui Kementrian Perikanan dan Kelautan (KKP) selalu melakukan kegiatan program pengadaan Cold Storage di berbagai daerah di Indonesia. Setiap tahun program ini berjalan dan menciptakan titik-titik baru Cold Storage Perikanan yang menjadi titik awal terkondolidasinya komoditas perikanan berbagai jenis yang berorientasi lokal maupun ekspor.

Cold Storage perikanan yang dibangun Pemerintah umumnya dioperasikan oleh Badan Usaha Milik Negara yang kita kenal dengan Perinus dan Perindo. Tidak sedikit juga operasional dijalankan oleh Perusahaan-perusahaan swasta daerah yang memiliki prestasi dan konsistensi dalam pengembangan penyerapan ikan di masing-masing daerahnya. Program aktivasi rantai pasok perikanan yang dikomandoi oleh Pemerintah melalui KKP ini merupakan program yang terbaik sekarang ini dan perlu didukung semua pihak agar segera tercipta konektivitas dan integrasi rantai pasok perikanan khususnya untuk kebutuhan rantai dingin (Cold Chain).

Proses Inbound Ikan di Cold Storage KKP di Muara Baru, Jakarta. Sumber Foto : FishLog Docs

Eksekusi program jangka panjang Pemerintah dalam melakukan aktivasi dan koneksi antar kota, daerah hingga pulau-pulau dalam menghubungkan rantai pasok perikanan ini perlu didukung berbagai pihak dan stakeholders. Perjalanan FishLog sejak 2018 melakukan pemetaan (mapping) potensi dan beberapa wilayah di Indonesia hingga saat ini sedikit banyak telah mengetahui berbagai kendala dan rintangan yang dihadapi berbagai stakeholders dari nelayan, pengepul, pengolah ikan, penyedia logistik dan cold storage, hingga konsumen akhir produk perikanan. Oleh karena itu FishLog memantapkan diri dan meruncingkan visinya untuk ikut berkontribusi dalam terciptanya rantai pasokan yang semakin luas, memberikan menfaat dan keuntungan yang berkelanjutan bagi seluruh pihak yang berperan dalam rantai pasok komoditas perikanan ini. FishLog akan terus berinovasi dan berkreasi untuk membangun konektivitas rantai dingin perikanan di Indonesia.

Proses Bongkar Ikan di Mitra Cold Storage FishLog. Sumber Foto : FishLog Docs

Ekosistem rantai pasok perikanan yang kami namakan FishLog Supply Chain dengan tagline Fisheries Cold Chain Ecosystem ini kami harapkan dapat mentransformasi rantai pasok perikanan dengan berbagai hambatan dan rintangan ini menjadi sistem rantai pasok perikanan yang lebih efisien dan terintegrasi, membangun ekosistem yang adil, transparan dan berkelanjutan. Kami selalu berusaha untuk menghadirkan solusi lengkap layanan manajemen pasca-panen perikanan hulu hingga hilir. Membangun ekosistem yang saling menguntungkan kepada seluruh mitra-mitra FishLog di berbagai daerah di Indonesia.

membangun konektivitas rantai dingin

Tahun 2021 ini, fokus utama FishLog Supply Chain (FSC) adalah melakukan aktivasi dan digitalisasi Cold Storage Perikanan di berbagai daerah di Indonesia. Cold Storage adalah titik konsolidasi dan distribusi penting yang harus diberikan fokus perhatian awal dalam tercapainya mekanisme FSC. Kedepannya FishLog melalui Ekosistem FSC berharap dapat memberikan akses konektivitas antar Cold Storage dan akses terhadap jangkauan pasar lebih luas baik lokal maupun ekspor.

Bagi Anda pemilik Cold Storage dimanapun berada, dengan kapasitas berapapun yang Anda miliki. Mari bergabung dengan Ekosistem FishLog Supply Chain, bersama-sama kita dapat mewujudkan ekosistem yang terintegrasi, menguntungkan seluruh pihak-pihak dan membangun bisnis yang berkelanjutan.

Silahkan hubungi tim kami melalui info@fishlog.co.id atau WA ke 0822-4626-3030.

Baca juga ini : Membangun konektivitas Rantai dingin sesuai dengan Implementasi SLIN(Sistem Logistik Ikan Nasional).

3 thoughts on “Membangun Konektivitas Rantai Dingin Perikanan bersama FishLog

  1. Salasa makian says:

    Ijin nama sy salasa makian ex kepala unit mimika..skrg sdh kembali ke cabang sorong
    Ijin…kami setuju dengan rencana pemerintah…dalam hal ini KKP…SKPT..allhamdulillah sampai saat ini sdh terasa di beberapa titik atau lokasi di wiyah indonesia ini itu juga termasuk harapan kami…
    Untuk itu sy sedikit kasih masukan…agar tdk jadi penurunan produksi..di wilayah2 yg menggerakan nelayan lokal agar apa yg di canangkan pemerintah tdk menjadi bahan cerita sj tapi hasilnya…dalam hal ini sy mohon agar KKP dalam hal ini pemerintah agar epaluwasi kembali…perijinan kapal2 furzen…di daerah atau wilayah timur..agar pasilitas ranting dingin Atau yg di bilang Coldstorage…agar tdk menjadi penonton sj..tapi bsh berproduksi dengan baik..nelayan lokal juga bisah melaut….tp kalau ini tdk di evaluasi kembali..kasian nelayan lokal..juga dampak ke pembangunan yg sdh di anggarkan cukup besar…pola musim yg sdh di depan mata pun untuk nelayan lokal..untuk UPI…semuanya tdk tepat sasaran..dan sampai saat ini tdk bisah melaut dengan baik…dan tdk bisah berproduksi…mohon mf kalau saran sy ini sedikit melenceng mohon di maafkan..kami tdk bermaksud untuk menggurui tapi kita semua yg bergerak di industri perikanan juga punya tujuan yg sama..ya itu mensejahterakan nelayan…dan pembangunan yg di bangun oleh pemerintah dapat di gunakan dengan baik…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×

Halo,

Klik salah satu kontak di bawah untuk menghubungi kami di whatsapp atau kirim email ke info@fishlog.co.id

×