Rajungan dan kepiting memang menjadi salah satu komoditas perikanan unggulan di Indonesia. Hewan laut yang satu ini memiliki banyak permintaan dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, China, dan lain sebagainya. Volume ekspornya sendiri pada tahun 2019 sebesar 25,9 ton. Sementara volume ekspor kepiting-rajungan pada tahun 2020 periode Januari-Februari adalah 4.462 ton.

Mengenai rajungan dan kepiting ini ternyata ada beberapa fakta menarik lho yang jarang diketahui. Ini dia beberapa fakta tentang rajungan dan kepiting.

  1. Ternyata rajungan dan kepiting memiliki beberapa perbedaan

Keduanya merupakan sama-sama hasil laut dari kelompok Crustacea dengan rupa yang mirip, ternyata rajungan sangat berbeda dengan kepiting. Mulai dari bentuk tubuh, warna, habitat, hingga daging dan kandungan gizinya ternyata tidak sama.

PerbedaanRajunganKepiting
Bentuk tubuhLebih ramping. Capit lebih panjang dan rampingLebih bulat dan tebal. Capit lebih lebih besar dibanding rajungan
Warna dan corak tubuhRajungan betina berwarna kehijauan dengan bercak putih Rajungan jantan berwarna kebiruan dengan bercak putih lebih terangHijau kecokelatan (baik betina maupun jantan)
HabitatHanya bisa hidup di satu alam. Hidup di perairan yang lebih dalamBisa hidup di air dan di darat, bahkan di air tawar. Hidup di perairan yang tidak terlalu dalam dan dekat pantai
Daging Daging lebih sedikitDaging lebih tebal, manis, dan lembut
Kandungan giziKandungan protein lebih tinggiKandungan protein lebih rendah
  1. Kepiting dan rajungan menjadi makanan kaya gizi yang layak untuk dikonsumsi

Secara umum, kepiting dan rajungan sama-sama mengandung karbohidrat, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, dan vitamin B1. Namun yang unggul adalah dari kandungan protein. Dalam 100 gram daging rajungan saja kandungan proteinnya mencapai 16-17 gram. Sementara kandungan protein pada kepiting adalah 13,8 gram.

Untuk kandungan lemak, secara umum daging kepiting / rajungan mengandung 3,8 gram lemak dan 78 mg kolesterol. Meski mengandung kolesterol, kepiting ini juga memiliki asam lemak yang menyehatkan berupa asam lemak omega-3. Jika mengonsumsi 100 gram daging kepiting saja dalam sehari, maka 45% kebutuhan omega-3 bisa tercukupi. Itulah mengapa kepiting dan rajungan menjadi bahan makanan yang bagus untuk mencukupi kebutuhan gizi tubuh asal tidak dikonsumsi secara berlebihan

  1. Selain dagingnya, cangkang rajungan-kepiting juga sangat bermanfaat

Kepiting-rajungan tidak hanya layak dikonsumsi sebagai bahan pangan. Namun air rebusannya sendiri cukup potensial untuk dijadikan bahan kerupuk kepiting. Sebab ada kandungan kitin dan kitosan yang bermanfaat sebagai zat antibakteri. Maka, kitin dan kitosan ini memiliki fungsi tambahan yaitu bisa digunakan sebagai penjernih air.

Itulah beberapa fakta tentang rajungan-kepiting. Tidak heran jika sumber daya laut ini memang banyak permintaan dan mampu meningkatkan perekonomian negara sebagai komoditas ekspor.

Baca Artikel Menarik Lainnya Klik Di Sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×

Halo,

Klik salah satu kontak di bawah untuk menghubungi kami di whatsapp atau kirim email ke info@fishlog.co.id

×