Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah mengembangkan dan mengimplementasikan program Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN). Program ini ditetapkan dengan Peraturan Menteri KKP No. 5/Permen-KP/2014 tentang Sistem Logistik Ikan Nasional. Mengacu peraturan tersebut.

SLIN(Sistem Logistik Ikan Nasional) bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan stabilisasi sistem produksi dan pemasaran perikanan nasional, memperkuat dan memperluas konektivitas antara sentra produksi hulu, produksi hilir dan pemasaran secara efisien, dan meningkatkan efisiensi manajemen rantai pasokan ikan, bahan dan alat produksi, serta informasi dari hulu sampai dengan hilir.

Cold Chain FishLog

Implementasi SLIN menghadapi beberapa tantangan mendasar seperti karakteristik komoditas yang mudah rusak (perishable), keterpencilan (remoteness), dan faktor musim. Sejumlah tantangan tersebut mengakibatkan kesenjangan antar wilayah, mencakup kesenjangan ketersediaan komoditas, kesenjangan harga akibat rantai distribusi yang panjang, dan kesenjangan mutu ikan.

Berdasarkan data di atas implementasi SLIN diperlukan suatu struktur dan sistem rantai dingin yang terintegrasi guna mengatasi permasalahan kesenjangan, terutama yang terjadi karena wilayah Indonesia yang sangat luas dan sebagian besar merupakan lautan. Dalam sistem rantai dingin, komoditas ikan ditangani dalam kondisi beku, baik pada kegiatan penyimpanan maupun transportasi. Rantai dingin adalah bagian dari rantai pasok (supply chain) yang bertujuan untuk menjaga suhu agar produk tetap terjaga selama proses pengumpulan, pengolahan, dan distribusi komoditas hingga ke tangan konsumen, sedangkan manajemen rantai dingin adalah seluruh aktivitas rantai pendingin yang dianalisis, diukur, dikontrol, didokumentasikan, dan divalidasi agar berjalan secara efektif dan efisien baik secara teknis dan ekonomis.

Logistik cold chain sendiri merupakan gabungan antara kegiatan logistik dan pengendalian suhu. Dalam logistik rantai dingin tersebut, cold storage sebagai alat pembeku dan tempat penyimpanan ikan sangat penting. Cold storage ini harus dirancang dan digunakan secara tepat agar bisa berfungsi secara optimal.

Untuk meminimalisasikan kerusakan selama penyimpanan dan memperpanjang masa simpan produk. Faktor design yang paling penting adalah:

  • Suhu rendah
  • Keseragaman suhu dalam seluruh ruangan cold storage
  • Kestabilan suhu dengan fluktuasi yang minimal
  • Distribusi udara yang baik untuk mempertahankan keseragaman suhu
  • Sirkulasi udara minimum untuk mencegah dehidrasi
  • Minimum ingress udara untuk meminimalkan fluktuasi
Cold Chain dalam penyimpanan komoditas ikan.

Penyimpanan komoditas ikan pada suatu suhu tertentu tersebut akan mempengaruhi kondisi komoditas itu, sehingga pengendalian atau pengaturan suhu tersebut dapat memperpanjang umur komoditasnya (extended shelf life).

Sektor perikanan sangat berkaitan erat dengan cold chain. Cold chain pada ikan berguna untuk sifat-sifat alami pada ikan. Namun cold chain management itu sendiri merupakan sistem penyimpanan produk ikan pada suhu tertentu yang mempengaruhi umur dan kondisi suatu komoditas.

Cold Chain FishLog

Untuk Anda yang berkiprah di sektor perikanan. Kini FishLog mengembangkan sistem cold chain yang diutamakan dalam menjaga kualitas ikan yang terbaik. tidak perlu khawatir seafood lokal tetap terjamin kualitasnya dan bermanfaat baik bagi konsumen Anda.

Baca juga disini : Cara Merawat Cold Storage

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×

Halo,

Klik salah satu kontak di bawah untuk menghubungi kami di whatsapp atau kirim email ke info@fishlog.co.id

×